Namun, penerapannya dalam beberapa pekan terakhir telah memicu kontroversi dan kekecewaan besar, terutama bagi gamer di Indonesia. Sebelum kebocoran ini, IGRS telah dikritik karena rating yang ditampilkan di Steam tidak sesuai dengan game yang ditampilkan.
Komdigi menjelaskan bahwa sebagian besar rating IGRS di Steam saat ini masih berbasis self-assessment Steam, bukan hasil verifikasi resmi pemerintah. Artinya, label tersebut belum sepenuhnya merepresentasikan rating resmi Komdigi.
(Rahman Asmardika)