Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

OpenAI Kehilangan 1,5 Juta Pelanggan ChatGPT dalam 48 Jam, Gara-Gara Kesepakatan dengan Pentagon

Rahman Asmardika , Jurnalis-Jum'at, 06 Maret 2026 |18:49 WIB
OpenAI Kehilangan 1,5 Juta Pelanggan ChatGPT dalam 48 Jam, Gara-Gara Kesepakatan dengan Pentagon
Ilustrasi.
A
A
A

JAKARTA – OpenAI mengalami penurunan drastis jumlah pelanggan berbayar setelah CEO Sam Altman menyetujui kesepakatan kontroversial dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) atau Pentagon. Menurut data dari situs pelacak boikot yang pertama kali dilaporkan oleh Forbes, perusahaan tersebut kehilangan lebih dari 1,5 juta pelanggan ChatGPT dalam waktu kurang dari 48 jam setelah pengumuman kesepakatan tersebut.

Kesepakatan dengan Pentagon memungkinkan model AI OpenAI digunakan dalam jaringan pemerintah AS yang bersifat rahasia, keputusan yang bertentangan dengan pendekatan rivalnya, Anthropic. Anthropic menolak memberikan akses tak terbatas ke model Claude untuk pemerintah AS, langkah yang mendapat dukungan luas dari sebagian pengguna yang kini beralih ke chatbot Anthropic.

Menurut situs boikot tersebut, gelombang pembatalan langganan dipicu oleh beberapa faktor, yaitu: kontrak OpenAI dengan Immigration and Customs Enforcement (ICE), donasi USD 25 juta dari Presiden OpenAI Greg Brockman ke MAGA Inc., serta kesepakatan terbaru dengan Pentagon.

Bertolak belakang dengan nasib ChatGPT milik OpenAI, akhir pekan lalu aplikasi Claude Anthropic melesat ke puncak peringkat App Store, menggeser ChatGPT dari posisi teratas.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement