JAKARTA - Volvo mengumumkan penarikan kembali (recall) terhadap lebih dari 40 ribu mobil listrik EX30. Mobil listrik itu kena recall karena potensi masalah panas berlebih pada baterai yang dapat menyebabkan kebakaran.
Penarikan kembali, yang dikonfirmasi Reuters pada Senin (23/2/2026), melibatkan 40.323 kendaraan EX30 Single-Motor Extended Range dan Twin-Motor Performance yang dilengkapi sel baterai tegangan tinggi yang diproduksi Shandong Geely Sunwoda Power Battery Co. Shandong merupakan sebuah usaha patungan yang didukung perusahaan induk Volvo, Geely.
“Kami sekarang menghubungi pemilik semua mobil yang terkena dampak untuk memberi tahu mereka tentang langkah selanjutnya,” kata Volvo dalam sebuah pernyataan, melansir Car News China.
Masalah baterai menjadi perhatian publik setelah sebuah EX30 terbakar di diler di Maceió, Brasil, pada November 2025. Analis industri memperkirakan penggantian modul baterai dapat menelan biaya hingga 195 juta USD. Ini belum termasuk biaya logistik dan perbaikan.
Sejak Desember, Volvo telah menginstruksikan pemilik EX30 di lebih dari selusin negara—termasuk Amerika Serikat, Australia, dan Brasil—untuk membatasi pengisian daya hingga 70% dari kapasitas dan memarkir kendaraan jauh dari bangunan untuk mengurangi risiko kebakaran. Langkah sementara ini telah mengurangi jangkauan efektif kendaraan, yang membuat banyak pelanggan frustrasi.
Volvo berkomitmen mengganti paket baterai yang terkena dampak secara gratis. Volvo menyatakan pemasok telah mengatasi masalah manufaktur dan akan menyediakan sel baterai baru.
Recall ini menyusul perselisihan hukum yang signifikan antara anak perusahaan Geely, Viridi E-Mobility Technology, dan produsen baterai Sunwoda, yang baru-baru ini diselesaikan dengan nilai 608 juta yuan (sekitar 89 juta USD).
Sementara itu, perusahaan terus mendesak pemilik untuk mengikuti batas pengisian daya 70% untuk menghilangkan risiko kebakaran.
Bulan ini, Geely juga menarik kembali 38.277 kendaraan Zeekr 001, lagi-lagi karena masalah dengan baterai Sunwoda.
(Erha Aprili Ramadhoni)