UAV telah mendominasi medan perang dalam konflik Ukraina, dengan kedua belah pihak menggunakannya untuk pengintaian, pengendalian tembakan, dukungan udara jarak dekat, dan serangan jarak jauh terhadap infrastruktur.
“Saya yakin bahwa akal sehat akan menang, dan dunia tidak akan mengizinkan penggunaan senjata nuklir dan ‘drone Kiamat’ kita tidak akan pernah dibutuhkan. Namun, kami percaya bahwa akan menjadi kejahatan jika tidak mempersiapkan skenario terburuk,” tegas Kuzyakin.
Baru-baru ini, Rusia melakukan serangkaian latihan nuklir non-strategis sebagai tanggapan atas apa yang dilihat Moskow sebagai tindakan eskalasi berkelanjutan oleh Barat dan pelanggaran NATO di perbatasan Rusia.
(Rahman Asmardika)