Komentar lainnya lebih bersifat nostalgia. “Saya ingin tahu apakah floppy disk akan mulai muncul di situs lelang,” tulis seorang pengguna sebagaimana dilansir BBC.
Dibuat pada tahun 1960-an, perangkat berbentuk persegi ini tidak lagi populer pada 1990-an seiring ditemukannya solusi penyimpanan yang lebih efisien.
Floppy disk berukuran tiga setengah inci hanya dapat menampung data hingga 1,44 MB. Lebih dari 22.000 disk semacam itu diperlukan untuk mereplikasi memory stick yang menyimpan informasi sebesar 32GB.
Sony, produsen disk terakhir, mengakhiri produksinya pada 2011.
Sebagai bagian dari kampanye digitalisasi birokrasinya yang terlambat, Jepang meluncurkan Badan Digital pada September 2021, yang dipimpin oleh Kono.
Namun upaya Jepang untuk melakukan digitalisasi mungkin lebih mudah diucapkan daripada dilakukan.
Banyak bisnis di Jepang masih memerlukan dokumen resmi untuk disahkan menggunakan stempel pribadi berukir yang disebut hanko, meskipun pemerintah telah berupaya untuk menghapusnya secara bertahap.
Orang-orang menjauh dari stempel tersebut dengan sangat cepat, kata surat kabar lokal The Japan Times.
Dan baru pada 2019 penyedia pager terakhir di negara tersebut menutup layanannya, dan pelanggan swasta terakhir menjelaskan bahwa itu adalah metode komunikasi pilihan bagi ibunya yang sudah lanjut usia.
(Rahman Asmardika)