JAKARTA - Kekinian motor injeksi digemari masyarakat. Motor ini mudah dioperasikan. Meski begitu, tak jarang motor injeksi mati saat digas.
Diketahui, motor injeksi mengandalkan injektor untuk memasok bahan bakar mesin. Jika motor ini mengalami masalah saat melaju, tetap tenang dan tepikan motor.
Lalu, apa saja yang dapat menyebabkan motor injeksi mati saat digas? Berikut 10 penyebabnya, sebagaimana dilansir dari laman resmi Suzuki, Kamis (6/6/2024) :
1. Bahan Bakar Berkualitas Rendah
Faktor pertama yang dapat menyebabkan motor injeksi tiba-tiba mati saat digas yaitu bahan bakar yang digunakan berkualitas rendah. Kualitas bahan bakar dapat memengaruhi kinerja kendaraan, termasuk motor injeksi.
Bahan bakar berkualitas rendah memiliki oktan yang rendah. Bahan bakar ini dapat mengakibatkan motor mati mendadak pada saat digas.
Solusinya, gunakanlah bahan bakar dengan oktan yang direkomendasikan pabrikan motor. Selain itu, gunakan bahan yang tidak terkontaminasi partikel lain. Hal ini agar kerusakan pada sistem injeksi dapat diminimaliskan.
2. Aki Rusak
Aki yang rusak atau daya yang lemah bisa berdampak besar pada sistem starter dan sistem injeksi pada motor.
Tanpa daya yang cukup, ECU (Electronic Control Unit) motor tidak dapat mengatur injeksi bahan bakar dengan efektif, yang bisa menyebabkan motor tidak mau menyala atau mati saat beroperasi.
Karena itu, pemeriksalah secara berkala aki motor dan pastikan sistem pengisian bekerja dengan baik. Jika aki sudah menunjukkan tanda-tanda melemah, seperti sulit distarter atau lampu motor redup, segera gantilah aki tersebut.
3. Habis Bahan Bakar
Meskipun terdengar sepele, banyak kasus motor injeksi mati disebabkan bahan bakar habis. Hal ini sering terjadi karena pengendara tidak menyadari atau mengabaikan indikator bahan bakar yang sudah menunjukkan level rendah.
Solusinya yaitu rutinlah memeriksa indikator bahan bakar dan isi bahan bakar motor Anda sebelum levelnya terlalu rendah. Hal ini akan mencegah motor berhenti mendadak karena kehabisan bahan bakar.