Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mobil Listrik China Kian Mendominasi, Eropa Siapkan Langkah Tahan Gempuran Tiongkok

Muhamad Fadli Ramadan , Jurnalis-Senin, 11 Maret 2024 |12:39 WIB
Mobil Listrik China Kian Mendominasi, Eropa Siapkan Langkah Tahan Gempuran Tiongkok
A
A
A

JAKARTA – Dominasi mobil listrik China di Eropa telah mengganggu ekosistem pasar kendaraan di Benua Biru. Untuk menanggapi situasi ini, Komisi Eropa akan menetapkan langkah-langkah strategis guna menahan laju perkembangan mobil listrik China di wilayahnya.

Mobil listrik asal China laku keras di Eropa karena harganya yang murah, tetapi memiliki kualitas dan teknologi seperti mobil buatan produsen Eropa. Mobil-mobil listrik China ini bisa dijual murah di Eropa kaena tarif impor yang rendah, selain juga insentif yang diberikan Pemerintah China sehingga produsen mobil listrik Tiongkok dapat menekan harga serendah mungkin.

Melansir Carscoops, Komisi Eropa telah mengumumkan akan memulai pendaftaran bea cukai untuk kendaraan yang memenuhi syarat, sehingga kendaraan baterai berbasis listrik asal China yang diimpor ke Eropa akan terkena tarif. Aturan ini akan membuat harga dari mobil listrik China di Eropa lebih sulit dijual dengan harga super miring.

Komisi Eropa saat ini tengah melakukan investigasi anti-subsidi terhadap mobil listrik China dan rencananya selesai pada November. Setelah itu barulah diputuskan apakah mobil listrik China akan dikenakan tarif impor guna melindungi produsen mobil lokal.

Komisi Eropa mengatakan memiliki cukup bukti untuk menunjukkan bahwa kendaraan listrik asal China mendapat subsidi. Hal ini mencatatkan impor telah meningkat sebesar 14 persen year-on-year sejak penyelidikan dilakukan pada Oktober tahun lalu.

Disampaikan juga bahwa produsen mobil yang berbasis di Uni Eropa dapat mengalami kerugian jika impor mobil listrik China terus tumbuh. Dikhawatirkan kerugian ini mungkin sulit untuk diperbaiki apabila kondisinya tak berubah.

Kamar Dagang China untuk Uni Eropa menyakan tidak senang dengan kabar tersebut seperti dilaporkan Auto News. Dikatakan mereka kecewa dengan langkah tersebut dan yakin kenaikan impor hanya mencerminkan meningkatnya permintaan kendaraan listrik di Eropa.

Investigasi ini bertujuan untuk melihat apakah mobil listrik buatan China mendapat subsidi negara dalam menetapkan harga di Eropa, dibandingkan dengan merek Eropa yang tidak menerima subsidi dari negara.

Produsen mobil listrik, seperti BYD, Geely, dan SAIC, semuanya menjadi sorotan dan pada Januari lalu. Penyelidik mengunjungi fasilitas merek-merek tersebut untuk memverifikasi jawaban yang diberikan oleh perusahaan-perusahaan tersebut dalam kuesioner dari Komisi Eropa.

Kementerian Perdagangan China mengkritik penyelidikan tersebut, dengan menyebutnya sebagai tindakan proteksionis yang akan sangat mengganggu dan mendistorsi industri otomotif global dan rantai pasokan.

(Rahman Asmardika)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement