Namun pada 6 Mei 1981, salah satu perusahaan yang menjadi kompetitor Sumber Kencono mengalami kecelakaan dengan kereta api.
Hal ini membuat mereka terkena sanksi administratif dengan tidak boleh mengoperasikan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) di wilayah Solo. Hal ini lantas dimanfaatkan oleh Sumber Kencana untuk mengekspansi trayek tersebut.
Seiring berjalannya waktu, bus ini semakin diminati oleh masyarakat. Alasannya adalah jarak satu bus dan bus lainnya yang sangat dekat, yakni 20 menit sekali dan juga lajunya yang sangat cepat di jalanan sehingga dapat mengantarkan penumpang dengan cepat.
Sayangnya, kecepatan itu tidak diimbangi dengan kecakapan para pengemudi. Bahkan, pengemudi bus Sumber Kencana kerap melaju di atas batas kecepatan yang seharusnya sehingga terlibat banyak insiden kecelakaan.
Hingga pada 2011, Setyaki Sasongko melakukan perombakan besar pada seluruh manajemen dan melakukan regenerasi. Ia juga melakukan perubahan nama dari Sumber Kencono menjadi Sumber Selamat.
Kemudian pada 2013, Setyaki Sasongko juga merilis bus dengan nama Sugeng Rahayu yang berarti sejahtera. Dengan desain yang berbeda, bus ini kemudian dikelola oleh perusahaan tunggal dengan nama PT Selamat Sugeng Rahayu.
Pada tahun 2014, bus Sugeng Rahayu memulai perjalanan patas untuk trayek Surabaya-Yogyakarta. Perlahan, bus ini juga membuka banyak trayek lainnya untuk perjalanan di Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga ke beberapa kota di Jawa Barat seperti Kuningan, Cirebon, Tasikmalaya, hingga Garut.
(Rina Anggraeni)