JAKARTA – Detective Conan merupakan salah satu anime asal Jepang yang sangat popular. Namun, apa jadinya jika karakter tersebut dibuat seolah-olah berada di Indonesia?
Seorang konten kreator, Pasko Boyoh, berhasil menjadikan karakter Detective Conan tersebut dengan versi kearifan lokal. Karya tersebut diunggahnya melalui akun Instagram resmi milikinya, @paskoboy.
“Detective Conan di dunia nyata versi tinggal di Indonesia.” Tulisnya dalam caption unggahan Reels Instagram, dikutip Sabtu (11/11/2023).
Pasko Boyoh membuat 12 karakter Detective Conan yang terdiri dari Conan Edogawa, Kogori Mouri, Ran Mouri, Shinichi Kudo, Mitsuhiko Tsuburaya, Ayumi Yoshida, Genta Kojima, Ai Haraba, Hiroshi Agasa, Juzo Megure, Kaito Kuroba, dan Hanzawa.
Hasil karya karakter Detective Conan versi lokal yang dibuat tersebut tampak sangat realistis dengan latar belakang lingkungan Indonesia. Alhasil karyanya itu berhasil mencuri perhatian banyak orang. Postingan tersebut sukses meraih perhatian tidak kurang dari 1,3 juta kali oleh pengguna Instagram, dan disukai hingga lebih dari 60.000 pengguna.
Pasko Boyoh mengatakan kepada Okezone, bahwa aplikasi yang digunakan untuk membuat karakter Detective Conan versi lokal tersebut adalah program kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) Midjourney.
Program Midjourney ini membutuhkan sebuah deskripsi rinci untuk menghasilkan gambar yang diinginkan.
Untuk menghasilkan karakter-karakter Detective Conan tersebut, Pasko mengatakan harus memberikan deskripsi secara detail sesuai dengan ciri khas karakter asli.
“Saya hanya menuliskan perintah untuk AI dengan deskripsi detail karakter-karakter dengan ciri khasnya agar masih bisa dikenal dan menambahkan deskripsi lingkungannya yang melokal.” Ujarnya.
Meski terlihat mudah, Pasko mengaku dalam membuat karakter Detective Conan versi lokal tersebut tidak hanya memasukkan perintah deskripsi lalu akan langsung dikerjakan oleh AI.
“Harus memasukkan beberapa penyesuaian agar gambar tersebut sesuai dengan yang saya inginkan,” kata Pasko Boyoh.
Warganet sangat kagum atas hasil karya Detective Conan versi lokal tersebut. Bahkan dalam komentar postingan banyak yang mengatakan karakter tersebut lebih mirip dengan animenya dibandingkan dengan cast live action.
Namun, ada juga yang mengatakan beberapa karakter masih tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Pembuatan karakter fiksi dalam AI ini membutuhkan waktu yang banyak agar bisa mendapatkan gambar yang sesuai, hal ini juga menjadi keterbatasan AI.
“Memang butuh waktu, apalagi disisi lain AI ini masih butuh banyak belajar atau dilatih agar bisa sempurna,” tutup Pasko Boyoh.
Taja Aurora Bianca
(Imantoko Kurniadi)