Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pabrik Baterai Beroperasi Tahun Depan, Mampu Suplai Kebutuhan 150 Ribu Unit Mobil Listrik

Muhamad Fadli Ramadan , Jurnalis-Jum'at, 20 Oktober 2023 |17:36 WIB
Pabrik Baterai Beroperasi Tahun Depan, Mampu Suplai Kebutuhan 150 Ribu Unit Mobil Listrik
Ilustrasi mobil listrik. (Doc. Freepik)
A
A
A

 

JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memastikan pabrik baterai kendaraan listrik akan beroperasi tahun depan. Hal ini untuk memastikan ketersediaan mobil listrik di Indonesia dan memangkas ongkos produksi.

Seperti diketahui, baterai masih menjadi komponen termahal pada kendaraan listrik yang biaya produksinya bisa mencapai setengah harga produk tersebut. Keterbatasan material juga membuat masa tunggu untuk mendapatkan kendaraan listrik menjaid lebih lama.

 BACA JUGA:

Saat ini, ada dua pabrik baterai yang siap memulai produksinya pada tahun depan, yaitu PT HLI Green Power dan PT International Chemical Industry (ABC). Kehadiran pabrik tersebut juga untuk mendorong percepatan Net Zero Emission (NZE) pada 2060.

Plt. Sekretaris Jenderal Kemenperin Putu Juli Ardika menyampaikan salah satu dari pabrik tersebut bakal mulai beroperasi tahun depan. Disebutkan bahwa kapasitas tahap pertama sebesar 10 GWh dan nilai investasi mencapai 1,1 miliar dolar AS (Rp17,4 triliun).

“Pabrik baterai mobil listrik HLI Green Power direncanakan akan selesai dibangun pada 2023, dan bisa berproduksi komersial untuk menyuplai kebutuhan pabrik mobil listrik di 2024,” kata Putu seperti dikutip dalam keterangan resmi.

“Industri sel baterai ini nantinya menyuplai kebutuhan bagi sekitar 150.000-170.000 unit kendaraan listrik,” sambungnya.

PT HLI Green Power merupakan perusahaan hasil kolaborasi antara Hyundai Grup dan LG untuk memproduksi sel baterai. Namun, pabrik ini tak memproduksi baterai seutuhnya, melainkan battery system atau perakitan menjadi sebuah paket baterai utuh.

 BACA JUGA:

Sementara itu, PT ABC juga terus mendorong pembangunan pabrik baterai yang memiliki kapsitas produksi sebesar 100 MWh per tahun (setara 9 juta butir sel baterai). Mereka memiliki target total kapasitas produksi 256 MWh per tahun (setara 25 juta butir sel baterai).

Sedangkan untuk motor listrik, Putu menjelaskan sudah ada regulasi yang mengatur tentang standarisasi baterai. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan penggunaan motor listrik dan menghilangkan keraguan masyarakat mengenai pengisian baterai.

“Saat ini untuk sepeda motor listrik sudah terdapat tiga SNI yang mengatur ketentuan standardisasi Baterai Pack untuk KBLBB yang dibagi menjadi dua kategori, yaitu SNI untuk Baterai Secara Umum (OnBoard dan Swap) dan SNI untuk baterai Swap,” ucapnya.

(Imantoko Kurniadi)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement