JAKARTA - Elon Musk menjanjikan keuntungan yang besar buat para kreator di platform X, namun kenyataanya banyak pengguna dan kreator justru merasakan nilai yang tak sesuai alias lebih rendah dibanding yang dijanjikan.
Tidak hanya itu banyak dari mereka malah tidak kebagian cuan. Dilaporkan The Verge, Sabtu (14/10/2023), pembagian keuntungan memang sudah sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
BACA JUGA:
Jadi X tidak mengulur-ulur waktu pembagian keuntungan yang telah mereka dapatkan selama Elon Musk resmi berkuasa di X.
Hanya saja memang ada beberapa persyaratan agar pembagian keuntungan itu dilakukan. Eric Farraro, teknisi dari X bahkan mengaku sudah menerima banyak keluhan dari pengguna yang mengaku tidak menerima keuntungan yang sesuai.
Lewat akun X miliknya, Eric menjelaskan beberapa peraturan yang memang membuat situasi itu terjadi.
Dia mengatakan ada ambang pembayaran minimum USD10 atau setara Rp780.000 buat setiap pengguna X agar bisa menerima keuntungan.
BACA JUGA:
"Jika Anda tidak memenuhi ambang batas, Anda tidak dibayar selama pembayaran tersebut. Anda tentu saja terus mengumpulkan penghasilan hingga Anda mencapai ambang batas," ujarnya.
Dia mengatakan ada banyak alasan untuk hal ini. X menurutnya tidak akan membagi keuntungan di bawah USD50 karena akan berpotensi menggerogoti pendapatan pembuat konten lainnya.
Lalu terkait dengan pendapatannya yang kurang sesuai, Eric Farraro mengatakan memang ada beberapa hal yang perlu diperhatian. Dia memahami ada beberapa kekecewaan yang terasa oleh pengguna X dengan jumlah pengikut yang sangat besar.
Mereka ternyata kecewa karena dinamika yang terjadi di akun X mereka malah tidak memberikan keuntungan besar. Apalagi X juga memasang iklan di akun mereka.
Hanya saja hadirnya iklan bukan berarti langsung mendapatkan keuntungan yang besar. Kondisinya tidak sesederhana itu karena memang ada ketentuan soal iklan yang perlu diketahui oleh pengguna X.
Bisa jadi menurut dia pengikut akun X tersebut kebanyakan adalah pengguna yang tidak terverifikasi. "Hal itu kami lakukan agar menghindari adanya potensi akun-akun palsu," jelas Eric.
Faktor lainnya adalah pembelanjaan pada iklan yang sangat rendah. Jadi boleh saja pengguna X percaya diri karena ada iklan di tempat mereka. Namun jika penjualan iklan tersebut masih sangat minim maka akan berdampak pada pembagian keuntungan.
Begitu juga dengan kondisi pengguna X yang ternyata tidak sesuai dengan iklan yang dipasang. Jadi mau tidak mau X harus berpikir ulang soal pembagian keuntungan yang diberikan kepada pengguna.
"Kami ingin meningkatkan transparansi dalam produk itu sendiri untuk membantu pembuat konten memahami dengan lebih baik seberapa baik konten mereka dimonetisasi dan apa yang dapat mereka lakukan untuk meningkatkannya," tegas Eric.
Sebelumnya Elon Musk pada 2022 lalu menjanjikan keuntungan buat pengguna X. Dia mengatakan semua pengguna X bakal terima gaji asal berkreasi di X.
"Kita bisa mengambil banyak kreator konten yang menganggap bikin konten di YouTube keren, mau enggak bikin konten di Twitter (X) dengan bayaran 10 persen lebih besar," ucap Elon Musk waktu itu.
Tidak heran jika saat itu banyak orang benar-benar serius mengisi konten di X karena janji manis Elon Musk itu. Sayang kini semuanya menghadapi kenyataan karena untuk mendapatkannya ternyata tidak semudah yang dibayangkan.
(Imantoko Kurniadi)