Dalam mengungkap fakta ini, oara ilmiwan melakukan eksperimen menggunakan tangki bundar yang dilapisi dengan jeruji untuk meniru habitat ubur-ubur yang penuh rintangan nan sulit.
Awalnya, ubur-ubur itu menabrak jeruji tetapi dalam jangka waktu percobaan 7,5 menit, mereka mampu mengurangi jumlah tabrakan sebesar 50 persen. Mereka pun mulai menjauh dari jeruji dan berputar menjauhi rintangan.
Ilmuwan semua mengira bahwa hewan yang sangat sederhana ini akan terus menghadapi rintangan yang sama, namun rupanya ubur-ubur dapat belajar dari pengalamannya, rangsangan visual, dan mekanis.
(Imantoko Kurniadi)