META membantah rumor yang menyebutkan akan ada iklan di aplikasi WhatsApp. Secara tegas perusahaan yang dipimpin oleh Mark Zuckerberg itu menampik isu yang menyatakan mereka tengah menguji rencana menyematkan iklan ke WhatsApp.
Sebelumnya ramai dikabarkan jika Meta akan menghadirkan iklan di WhatsApp untuk mencari cara memonetisasi layanan tersebut. Terlebih pengguna aplikasi berbagi pesan itu digunakan oleh 2 miliar orang di seluruh dunia setiap hari.
Rumor tersebut santer usai Meta mengakuisisi Instagram. Mereka langsung melakukan beragam monetisasi dan sukses menambah pemasukan perusahaan, sebagaimana dihimpun dari TechCrunch pada Jumat (15/9/2023).
Tapi, Meta sejauh ini menolak gagasan untuk menampilkan iklan di aplikasi WhatsApp. Mereka dan malah mengandalkan menghasilkan uang melalui WhatsApp Business, --sebuah penawaran yang ditujukan untuk pedagang yang mengharuskan mereka membayar untuk layanan tertentu.
Dalam laporan mereka, WhatsApp Business telah mengumpulkan lebih dari 200 juta pengguna aktif bulanan. Untuk meningkatkan pendapatan melalui WhatsApp Business, Meta mengumumkan perubahan dalam struktur harga dan kategori pesan pada aplikasi pada bulan Februari.
"Dengan pengguna WhatsApp Business yang mencapai 200 juta, dan alat layanan pelanggan GenAI sedang diuji, Meta tampaknya mengambil langkah-langkah untuk memonetisasi lebih dari 2 miliar pengguna aktif di WhatsApp," kata analis di AllianceBernstein.
"Click to Message sudah berjalan pada tingkat pendapatan 10 miliar+ sambil melatih pengguna dan bisnis untuk berinteraksi dalam WhatsApp,” lanjutnya.
Sebelumnya WhatsApp memang telah melakukan sejumlah pembaruan untuk penggunanya. Terdekat Meta dilaporkan akan menampilkan filter pemisah antara pesan personal dengan grup.
(Saliki Dwi Saputra )