Kebencian mendalam itu justru membuat Ducati Brio 100 tidak sesuai namanya. Ducati memilih nama Brio yang dalam bahasa Italia artinya menyenangkan.
"Ducati meminta desainer Gio Ponti untuk merancang skuter itu. Hanya saja banyak yang mengkritik rancangannya sangat terpengaruh Lambretta," tulis situs Motorcyclespecs.
Orisinalitas itu yang akhirnya seakan membuat Ducati Brio 100 memang seperti jadi anak haram Ducati.
Apalagi Ducati Brio 100 seperti antitesa dari motor-motor sport khas Ducati yang kencang dan bertenaga besar.
Ducati Brio 100 hanya dibuat dengan dua pilihan mesin dua tak satu silinder 48 cc dan dua tak satu silinder 100 cc. Pelan dan tidak kencang.
Awalnya Ducati Brio 100 memang cukup baik diterima oleh pasar karena harganya yang sangat terjangkau. Hanya saja lama-kelamaan Ducati Brio 100 ditinggalkan karena Italia memiliki skuter yang juga tak kalah istimewa yakni Vespa.
"Ducati Brio 100 akhirnya lebih banyak digunakan sebagai motor patroli kepolisian Bologna," tulis laporan tersebut.
Wajar, karena Ducati sendiri berdiri di Borgo Panigale, Bologna, Italia.
Kini Ducati Brio 100 jadi barang yang sangat langka. Tidak ada satu pun kolektor yang berniat memburu skuter bersejarah dari Ducati itu.
Hanya kalangan antusias saja yang mencari-cari bahan Ducati Brio 100 yang tersisa. Seperti pada 2012 saat RM Auctions, Monako melelang Ducatio Brio 100 dengan harga 1.755 Euro atau setara Rp20,5 jutaan.
(Imantoko Kurniadi)