Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Diam-diam X Selipkan Iklan Tanpa Label, Kesalahan atau Sengaja?

Redaksi , Jurnalis-Sabtu, 09 September 2023 |18:40 WIB
Diam-diam X Selipkan Iklan Tanpa Label, Kesalahan atau Sengaja?
Kantor X di San Francisco (Foto: REUTERS)
A
A
A

JAKARTA – X yang sebelumnya dikenal dengan Twitter tak bosan untuk dijadikan bahan bincangan setiap harinya, ada saja yang menjadi gemparan dalam platform tersebut. Kali ini, X mendapatkan banyak laporan karena tampak tidak melabeli iklan yang muncul dalam timeline pengguna. Hal ini tidak sesuai dengan kebijakan periklanan dalam Federal Trade Commission (FTC).

Pengguna telah menemukan banyak iklan yang tidak memiliki label "Iklan" yang khas, yang mengidentifikasi postingan tersebut sebagai iklan berbayar dan bukan postingan asli, menurut pelaporan mereka dan laporan dari organisasi industri.

Terbukti bahwa twit tersebut sebenarnya adalah iklan ketika seseorang mengklik menu "..." di dalam twit, yang menunjukkan bahwa twit tersebut adalah promosi berbayar.

Para pengguna merasa kesal dengan iklan yang tidak berlabel karena mereka dapat secara keliru percaya bahwa platform ini menampilkan postingan dari akun yang tidak mereka ikuti di timeline mereka. Namun, ada juga kemungkinan bahwa masalah ini akan mengakibatkan masalah peraturan FTC tambahan.

Salah satu pendiri grup pengawas Check My Ads selama beberapa hari terakhir, Nandini Jammi telah memberikan contoh di akun X-nya. Pengguna X didesak untuk melaporkan kejadian apa pun yang mereka temui karena organisasi nirlaba ini sedang mengawasi situasi tersebut.

Tidak diketahui apakah iklan yang tidak berlabel tersebut merupakan hasil dari kesalahan atau perubahan yang disengaja oleh X. Namun, bukan rahasia lagi bahwa sejak Elon Musk mengambil alih bisnis ini tahun lalu, divisi periklanan perusahaan ini runtuh.

Elon Musk baru-baru ini mengklaim bahwa pendapatan iklan turun hingga 60%. Selain itu, perusahaan baru-baru ini kehilangan dua eksekutif seniornya yang mengawasi perlindungan merek, hal ini mengakibatkan banyak pengiklan berhenti menggunakan platform. (Taja Aurora Bianca)

(Saliki Dwi Saputra )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement