JAKARTA - Perusahaan teknologi asal Tiongkok, Xiaomi, membuat kemajuan yang signifikan dalam bisnisnya yakni dengan meluncurkan mobil listrik pertamanya.
Dikutip dari Gizchina, Minggu (27/8/2023), pabrikan yang terkenal dengan produk ponsel gengamnya ini baru saja mendaftarkan nama domain "xiaomiev.com", yang menandakan ketertarikannya yang semakin besar pada segmen kendaraan listrik.
Tidak hanya itu, Xiaomi juga telah terlihat menguji coba prototipe mobil listriknya di jalan-jalan di China.
Mobil Xiaomi diperkirakan akan dirilis pada pertengahan 2024. Namun sejauh ini perusahaan belum merilis rincian tentang spesifikasi mobil tersebut, tetapi dikabarkan akan menjadi sedan ukuran sedang dengan jangkauan lebih dari 300 mil.
Untuk melancarkan niatnya itu, Xiaomi dilaporkan telah bermitra dengan pemasok baterai CALB dan CATL, untuk mengembangkan sebuah baterai untuk mobil tersebut.
Jika Xiaomi berhasil meluncurkan mobil listriknya, maka tidak menutup kemungkinan mereka bisa menjadi pemain utama di pasar kendaraan listrik global.
Tapi itu jika Xiaomi sukses mencuri perhatian melalui produk mobil listriknya nanti, dan ada beberapa kunci yang harus jadi perhatian pabrikan.
Pertama ada pada desain dan fitur mobil. Dalam hal ini, Xiaomi perlu menciptakan mobil yang lebih bergaya dan fungsional.
Kedua, mobil ini juga harus dilengkapi dengan teknologi terbaru, seperti fitur self-driving dan sistem infotainment layar sentuh yang besar, mendobrak yang sudah ada sejauh ini.
Dan yang tidak kalah krusial adalah harga, mengingat Xiaomi selalu hadirkan produk smartphone dengan spesifikasi tinggi namun dengan bandrol murah, langkah itu diharapkan juga turut diberikan pada mobil listrik pertamanya.
Langkah ini pun juga menjadi penting, guna menghadirkan opsi kendaraan ramah lingkungan yang jauh lebih terjangkau dangan ekosistem yang terbangun dari pabrikan secara mandiri, khususnya baterai.
Sebagai catatan, Xiaomi bukanlah satu-satunya raksasa teknologi China yang memasuki pasar kendaraan listrik. Perusahaan lain, seperti Baidu dan Huawei, juga sedang mengembangkan mobil listrik mereka sendiri.
Pemerintah negeri Tirai Bambu bahkan juga memberikan subsidi kepada produsen kendaraan listrik, yang membantu mendorong pertumbuhan pasar.
Tapi dengan masuknya Xiaomi ke pasar kendaraan listrik merupakan perkembangan besar. Terlebih perusahaan ini telah memiliki basis pelanggan yang 'gemuk' dan rekam jejak inovasi yang melekat kuat di ingatan masyarakat.
(Imantoko Kurniadi)