JAKARTA - Google memperbaharui kebijakan dan fitur tebaru pada laman Google Search. Nantinya pengguna dapat langsung menghapus gambar tidak senonoh dari laman Google Search.
Sebelumnya mesin pencarian terbesar di dunia itu baru saja memperbaharui fitur pencarian hingga menghapus informasi kontak penggunanya dari hasil pencarian. Hal ini memungkinkan pengguna untuk meninjau dan menghapus informasi yang bersifat pribadi.
Kabar baiknya fitur itu juga mencakup foto-foto tidak senonoh yang diunggah ke internet secara non-konsensual seperti kasus Revenge Porn. Namun, kebijakan tersebut tidak akan berlaku untuk konten yang dikomersilkan.
Sekadar informasi revenge porn merupakan istilah kepada aktivitas penyebaran gambar atau video seksual eksplisit dari seseorang, yang diunggah di internet. Aktivitas ini terjadi dan dilakukan oleh mantan pasangan seksual, tanpa persetujuan subjek dan dengan tujuan memicu rasa tertekan atau malu dari korbannya.
“Apapun jenis situs web, baik yang berisi informasi pribadi, gambar eksplisit, atau tipe penghapusan lainnya, kami telah memperbarui dan menyederhanakan formulir yang Anda gunakan untuk mengajukan permintaan penghapusan,” ujar Danielle Romain, Wakil Presiden Trust di Google, dikutip Rabu (9/8/2023).
Tidak sepenuhnya terhapus
Pada pratiknya menghapus gambar dari Google Search memang tidak sepenuhnya menghilangkan dari web. Namun pembaruan itu diharapkan dapat memberikan rasa aman dan kontrol pengguna terhadap data pribadi mereka yang ada di Google.