Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kata Studi, Hacker Bisa Curi Data Hanya Lewat Suara Ketikan Keyboard

Saliki Dwi Saputra , Jurnalis-Selasa, 08 Agustus 2023 |11:29 WIB
Kata Studi, Hacker Bisa Curi Data Hanya Lewat Suara Ketikan Keyboard
Hacker curi data lewat bunyi ketikan keyboard (Foto: Istimewa)
A
A
A

LONDON - Sebuah studi di Inggris mengungkapkan bahwa serangan siber kini dapat dilakukan dengan cara yang lebih canggih. Para hacker kini dapat mencuri data pribadi hanya lewat bunyi ketikan korbannya.

Ya, aksi ini memungkinkan hacker mencuri data korbannya dengan menggunakan alogaritma ciptaan sendiri yang dapat menganalisis suara penekanan tombol dan secara otomatis memecahkan kode apa yang diketik oleh orang tersebut.

 

Hasil dari penelitian itu menunjukkan bahwa pengetikan dapat dikodekan secara akurat. Bahkan nilai keakuratannya selalu di atas 95 persen.

Dikutip dari Gizmodo, Selasa (8/8/2023), para peneliti mengatakan bahwa rekaman keyboard saat mengetik dengan mudah direkam lewat mirkofon ponsel atau melalui aplikasi meeting seperti Zoom.

 BACA JUGA:

Setelah itu rekaman dimasukkan ke dalam mesin alogaritma yang mudah dikompilasi untuk menganalisis sinyal akustik keyboard dan menerjemahkannya menjadi teks yang dapat dibaca. 

Cara ini sebetulnya tidak terlalu baru, terlebih para hacker kini bisa meintegrasikan kemampuan AI untuk menyempurnakan serangan tersebut. Untuk melancarkan serangan itu, hacker juga lebih mudah mendapatkan pola gelombang suara jika korban mengetik di permukaan logam dan kayu. 

“Hasil penelitian kami membuktikan kemudahan serangan ini melalui peralatan dan algoritme yang sudah tersedia. Kehadiran suara keyboard yang ada di mana-mana menjadikannya mudah melakukan serangan, tanpa diketahui korban," bunyi penelitian tersebut.

Untuk mencegah serangan tersebut, para peneliti menyarankan untuk tidak sembarangan memberikan izin aplikasi untuk mengakses mikrofon sebagai bagian dari ketentuan layanan (term of service). Mereka juga menyarankan untuk rutin mengganti kata sandi email dan akun-akun lainnya yang rentan untuk diretas.

(Saliki Dwi Saputra )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement