Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

4.000 Satelit Starlink Milik Elon Musk Ternyata Pancarkan Radiasi Berbahaya

Martin Bagya Kertiyasa , Jurnalis-Kamis, 13 Juli 2023 |18:19 WIB
4.000 Satelit Starlink Milik Elon Musk Ternyata Pancarkan Radiasi Berbahaya
Ilustrasi 4.000 Satelit. (Foto: International Astronomical Union)
A
A
A

KONSTELASI satelit orbit bumi Starlink yang dimiliki Elon Musk ternyata berbahaya buat perkembangan astronomi luar angkasa. Satelit yang posisinya berada di orbit rendah bumi itu ternyata bisa memancarkan radiasi yang berbahaya ke luar angkasa.

Parahnya jumlah satelit Starlink hingga kini sudah mencapai 4.000 lebih. Artinya paparan radiasi yang disebabkan oleh satelit Starlink semakin berbahaya buat luar angkasa. Apalagi Elon Musk justru berencana menambah jumlah satelit Starlink hingga 12.000 unit.

Potensi adanya radiasi yang disebaban oleh konstelasi satelit Starlink itu diketahui terkumpul dalam penelitian berjudul "Unintended electromagnetic radiation from Starlink satellites detected with LOFAR between 110 and 188 MHz". Dalam laporan tersebut diteliti sebanyak 68 satelit Starlink dengan menggunakan teleskop Low Frequency Array (LOFAR).

Hasilnya 47 dari 68 satelit Starlink justru menghasilan degungan radio yang ada di rentang frekuensi 150.05 dan 153 MHz.

"Rentang frekuensi tersebut justru dilindungi karena dialokasian untuk astronomi radio dari International Telecommunications Union," ujar Cess Bassa, astronom dari Netherland Institute for Radio Astronomy.

Disebutan Independen, saat ini pelanggan jasa internet Starlink telah mencapai 1,5 juta orang di seluruh dunia. Elon Musk sendiri menargetkan penggunaan Starlink bagi warga yang tinggal di berbagai lokasi yang sulit dijangkau oleh akses internet.

“Simulasi itu menunjukkan bahwa semakin besar konstelasi, semakin penting mengkhawatirkan karena radiasi dari semua satelit bertambah,” kata Benjamin Winkel, peneliti dari Max Planck Institute for Radio Astronomy di Jerman.

Paparan radiasi dari satelit Starlink semakin mempertegas dugaan para peneliti akan dampak negatif dari internet berbasis satelit seperti yang ditawarkan Starlink. Sebelumnya para peneliti mengeluhkan hadirnya polusi cahaya yang disebabkan oleh gugus satelit Starlink.

Meski demikian disebutkan Independent, Starlink sebelumnya telah bekerja dengan para astronom dan observatorium untuk membantu mengurangi dampak yang tidak disengaja dari satelitnya. Starlink bahkan sudah menyiapan perubahan desain satelit Starlink yang dapat mencegah emisi yang tidak diinginkan dari satelit Starlink generasi berikutnya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement