"Pergeseran ini sebanding dengan peralihan dari komputer desktop ke laptop pribadi, dan kemudian ke ponsel pintar," kata Gu Jie, pendiri sekaligus CEO Fourier Intelligence seperti dilansir dari Antara.
Robot humanoid serbaguna dapat digunakan dalam berbagai skenario termasuk produksi industri, perawatan rehabilitasi, penelitian ilmiah, dan layanan rumah tangga.
Fourier Intelligence mengatakan mereka sedang melakukan eksplorasi untuk mengerahkan perangkat ini di bidang-bidang seperti bantuan dan tanggap bencana, perawatan lanjut usia (lansia), dan layanan rumah tangga.
Startup ini memulai program robot humanoidnya pada 2019 setelah memperoleh teknologi dasar di beberapa bidang seperti sensor dan struktur bionik.
(Martin Bagya Kertiyasa)