Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Konferensi AI Sedunia Hadirkan Robot Humanoid yang Bisa Naik-Turun Lereng

Martin Bagya Kertiyasa , Jurnalis-Sabtu, 08 Juli 2023 |08:09 WIB
Konferensi AI Sedunia Hadirkan Robot Humanoid yang Bisa Naik-Turun Lereng
Robot Fourier Intelligence GR-1. (Foto: Fourier)
A
A
A

SAAT ini banyak perusahaan yang berlomba-lomba mengembangkan kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI). AI yang disematkan dalam robot ini pun dihadirkan dalam Konferensi Kecerdasan Buatan Dunia (World Artificial Intelligence Conference/WAIC).

Salah satu yang ikut dalam acara yang dilangsungkan di Shanghai ini adalah Fourier Intelligence, perusahaan rintisan (startup) teknologi China yang berspesialisasi dalam robotika rehabilitasi. Mereka pun memamerkan robot humanoid generasi pertama buatannya.

Perusahaan yang berbasis di Shanghai itu merambah ke bidang robotika umum dalam upaya untuk memanfaatkan peluang pasar yang sangat besar di tahun-tahun mendatang.

Dengan tinggi 1,65 meter dan berat 55 kilogram, robot yang diberi nama GR-1 ini mampu berjalan dengan kecepatan 5 kilometer per jam serta membawa beban hingga 50 kilogram, ungkap perusahaan itu.

Dengan kontrol gerak mirip manusia, robot itu dapat berjalan secara bipedal (dengan dua kaki), menghindari rintangan, mendaki, dan menuruni lereng dengan stabil, serta tahan terhadap guncangan.

Berkat bantuan kecerdasan kognitif yang disediakan oleh peralatan serupa ChatGPT, robot tersebut mampu berinteraksi dengan manusia sambil melakukan berbagai gerakan dan tugas.

"Pergeseran ini sebanding dengan peralihan dari komputer desktop ke laptop pribadi, dan kemudian ke ponsel pintar," kata Gu Jie, pendiri sekaligus CEO Fourier Intelligence seperti dilansir dari Antara.

Robot humanoid serbaguna dapat digunakan dalam berbagai skenario termasuk produksi industri, perawatan rehabilitasi, penelitian ilmiah, dan layanan rumah tangga.

Fourier Intelligence mengatakan mereka sedang melakukan eksplorasi untuk mengerahkan perangkat ini di bidang-bidang seperti bantuan dan tanggap bencana, perawatan lanjut usia (lansia), dan layanan rumah tangga.

Startup ini memulai program robot humanoidnya pada 2019 setelah memperoleh teknologi dasar di beberapa bidang seperti sensor dan struktur bionik.

(Martin Bagya Kertiyasa)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement