Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kominfo Respons 34 Juta Data Paspor Indonesia yang Dijual di Dark web: Datanya Berbeda

Tangguh Yudha , Jurnalis-Kamis, 06 Juli 2023 |00:43 WIB
Kominfo Respons 34 Juta Data Paspor Indonesia yang Dijual di Dark web: Datanya Berbeda
Paspor Indonesia. (Foto: Okezone)
A
A
A

SEBANYAK 34 juta data paspor masyarakat Indonesia dilaporkan bocor dan dijual di dark web. Data yang bocor mencakup data pribadi mulai dari nomor paspor hingga jenis kelamin.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pun mengkaji kasus kebocoran data paspor WNI yang bocor di dark web. Menurutnya, tidak ada kecocokan antara data tersebut dengan data yang ada di Pusat Data Nasional.

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo, Usman Kansong mengatakan pihaknya bersama tim Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta Imigrasi sampai saat ini masih terus melakukan penyelidikan. Temuan lebih lanjut akan dikabarkan secepatnya.

Paspor Indonesia

"Tim (Kominfo, BSSN dan Imigrasi) masih meneliti hal ini. Hasil sementara: ada perbedaan struktur data antara yang ada di Pusat Data Nasional dengan yang beredar. Tim masih melakukan penelusuran," ungkap Usman saat dihubungi MNC Portal.

Untuk diketahui, sebanyak 34 juta data paspor masyarakat Indonesia dilaporkan bocor di dark web. Kabar ini pertama kali diungkap oleh pengamat ruang digital Teguh Aprianto, yang mana data-data tersebut disebut dijual bebas di situs gelap dengan harga yang murah.

Dalam postingannya di Twitter, Teguh memaparkan bahwa data yang bocor dijual seharga USD10 ribu atau setara Rp 150 jutaan. Adapun data yang bocor mencakup nomor paspor, tanggal berlaku paspor, nama lengkap, tanggal lahir, hingga jenis kelamin.

Tersemat juga informasi bahwa data yang bocor dijual dalam format CSV. Adapun ukuran data keseluruhan mencapai 4GB dengan keterangan tambahan menyebut data berhasil dibocorkan pada bulan Juli 2023 atau baru saja terjadi.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement