BERBURU tiket memang sudah tidak lagi dilakukan dengan cara mengatre di tiket box. Kini, beburu tiket pun dilakukan lewat online. Meskipun lebih praktis, tapi mereka yang berburu tiket ini memang jumlahnya luar biasa banyak.
Tidak bisa dipungkiri, hal ini pun tentu dimanfaatkan orang untuk mencari cuan. Banyak juga yang menawarkan jasa pembelian tiket, bahkan menjual kembali tiket yang sudah terbeli. Tapi hati-hati, sebab tidak semua penjual berniat menjajakan jualannya, ada juga yang motifnya memang menipu.
Seperti yang terjadi dalam beberapa waktu lalu, dimana tiket Coldplay dan Timnas menjadi sasaran penipuan penjualan di media sosial. Pengamat budaya dan komunikasi digital Universitas Indonesia (UI), Firman Kurniawan, mengatakan pemanfaatan media sosial di kalangan masyarakat memiliki tujuan beragam dari wadah mengekspresikan diri hingga mendapatkan penghasilan.
"(Pemanfaatan media sosial) mulai dari tujuan untuk menampilkan dirinya, prestasinya, peristiwa yang dialami, untuk hal iseng, sampai untuk mencari penghasilan," kata Firman seperti dilansir dari Antara.
Firman menjelaskan salah satu faktor yang mendorong pengembangan media digital atau media sosial adalah untuk memenuhi kebutuhan bisnis.
"Lahirnya media sosial sebetulnya justru karena adanya keinginan berinteraksi dalam hal jual beli, transaksi, dan sebagainya. Kemudian ternyata bermanfaat untuk komunikasi juga," kata Firman.
Lebih lanjut dia menjelaskan media sosial lahir dari transisi bentuk komunikasi media digital generasi pertama, Web 1.0, yang bersifat satu arah menjadi Web 2.0 yang lebih interaktif sehingga memungkinkan para pelaku bisnis untuk menjalin interaksi dengan konsumen dalam proses jual beli.
Selama pandemi, lanjut Firman, banyak masyarakat Indonesia yang terbantu keadaan ekonominya berkat pemanfaatan media sosial untuk melakukan kegiatan ekonomi seperti berdagang. "Dalam kenyataannya ketika ekonomi hampir tidak bisa berjalan akibat pandemi, yang bisa berjalan akhirnya ekonomi berbasis digital termasuk media sosial," kata Firman.
Hal penting yang harus diperhatikan masyarakat ketika menjalankan bisnis yang memanfaatkan media sosial adalah membangun kepercayaan konsumen. Meskipun bisnis tidak dilakukan secara tatap muka dengan konsumen, para pelaku bisnis harus tetap menjaga kualitas produk yang dijual serta tidak menipu konsumen.
"Jual produk-produk yang berkualitas dan tidak ingkar janji. Walau berbisnis tidak dilakukan dengan tatap muka, apa yang ditawarkan itu memang benar-benar diwujudkan," kata Firman.
Selain itu menjaga komunikasi dengan konsumen agar tetap beretika juga menjadi hal penting untuk membangun bisnis pada media digital.
Eksistensi peran media sosial sebagai media untuk kegiatan ekonomi dipengaruhi oleh para pelaku di dalamnya. Jika pelaku bisnis dapat menjalankan bisnisnya dengan jujur dan mementingkan kualitas maka media sosial akan terus menjadi wadah untuk menggerakkan perekonomian masyarakat.
"Semakin banyak penipuan maka media sosial tidak bisa dipakai lagi untuk berbisnis. Jadi eksistensi media sosial untuk berbisnis, berdagang, berkomunikasi, dan sosialisasi bisa terjaga kalau kualitas kontennya terjaga," kata Firman.
(Martin Bagya Kertiyasa)