Salah seorang ahli saraf dari tim itu, Gregoire Courtine mereka telah berhasil menggunakan jembatan digital untuk mengubah pikiran menjadi tindakan. Hal ini bisa dilakukan dengan implan di wilayah otak yang mengontrol otot-otot kaki.
Implan itu menangkap pikirian individu, kemudian mengubahnya menjadi aktivasi listrik untuk sumsum tulang belakang yang memgaktifkan otot kaki. Dengan proses seperti inilah cara manusia dapat bergerak dan berjalan.
Meski Oskam belum bisa berjalan normal seperti manusia umumnya, namun dampak dan kemajuan yang terlihat sungguh luar biasa. Hebatnya lagi, kemampuan berjalan Oskam kembali bahkan ketika jembatan digital dimatikan.
Artinya, jembatan digital itu tidak hanya membantunya melakukan tindakan, tapi juga memulihkan kontrol gerakan alami baru pasca kelumpuhan.
Pencapaian ini tentunya kabar baik bagi dunia kesehatan. Namun para peneliti mengatakan mungkin masih butuh waktu agar teknologi ini dapat digunakan secara luas.
(Martin Bagya Kertiyasa)