Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Selamat Datang VAR di Sepak Bola Kasta Tertinggi di Indonesia

Kemas Irawan Nurrachman , Jurnalis-Kamis, 11 Mei 2023 |18:53 WIB
Selamat Datang VAR di Sepak Bola Kasta Tertinggi di Indonesia
Catatan Redaksi Okezone, Kemas Irawan (Foto: dok)
A
A
A

KETUA UMUM PSSI Erick Thohir memutuskan untuk menggunakan sistem Video Assistant Referee (VAR) atau Asisten Wasit Video pada Liga 1 musim 2023/2024 mendatang. Keputusan ini dibuat untuk memberikan solusi dalam menyelesaikan keresahan atas keputusan kontroversi yang kerap terjadi di pertandingan sepakbola Indonesia.

Disitat situs PSSI, penggunaan VAR ini baru diterapkan pada pertengahan musim mendatang. Pasalnya, penggunaan VAR memerlukan waktu mulai dari persiapan perangkat, pelatihan, dan adaptasi perangkat pertandingan.

"Ini kesepakatan dengan PT Liga bahwa saya mau sistem VAR mesti dilakukan, tetapi enggak mungkin di awal musim langsung ada VAR. Kesepakatan dengan PT Liga, VAR di pertengahan musim," ucap Erick.

Menilik dari sejarahnya, VAR digunakan untuk meluruskan kesalahan wasit atau ada insiden serius yang tidak mampu dijawab oleh wasit di lapangan. VAR pertama kali digunakan pada 2012.

Saat itu, VAR diujicoba untuk pertandingan di Lige Belanda pada musim 2012-2013. Dianggap berhasil, kemudian 2014 Asosiasi Sepakbola Belanda (KNVB) mengajukan penggunaan VAR secara luas kepada Dewan Asosiasi Sepakbola Internasional (IFAB). Sejak saat itu, IFAB melakukan ujicoba secara intens pada 2016.

Pada 2017, IFAB kemudian melakukan uji coba di Piala Konfederasi FIFA. Kemudian digunakan secara resmi di ajang Piala Dunia 2018 yang berlangsung di Rusia.

 BACA JUGA:

Sejak saat itu, VAR resmi masuk dalam bagian dari peraturan sepakbola oleh IFAB pada 2018. Meski demikian, biaya untuk penggunaan VAR tidaklah murah.

Berdasarkan laporan Yorkshire Post dari studi kasus di Liga Inggris pada 2021, setidaknya memerlukan biaya hingga 9.251 poundsterling atau sekira Rp175 juta per pertandingan. Maka sangat wajar, jika dalam satu stadion diperlukan anggaran sekira Rp80-90 miliar.

Penggunaan VAR secara hakikatnya menjadi refleksi terhadap pembinaan wasit di tanah air. Ketegasan dalam mengambil keputusan, sikap integritas, hingga kebijakan fairness di lapangan, sebenarnya bisa memberikan kenyamanan kepada pemain sepakbola dalam bertanding.

Sayangnya, hal tersebut tercoreng oleh ulah oknum wasit yang hanya ingin mementingkan dirinya sendiri. Banyak faktor dan tekanan wasit dalam menjalankan tugasnya, perlu juga menjadi perhatian PSSI dalam setiap pertandingan.

Diperlukan hal penunjang lainnya yang dapat 'menjaga' marwah para wasit untuk bersikap profesional dalam menjalankan tugasnya. Sehingga ke depannya, VAR hanya digunakan sebagai alat pendukung bukan menjadi alat utama untuk menentukan kebijakan di setiap pertandingan.

(Kemas Irawan Nurrachman)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement