Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Nyamuk Sering Berdengung di Dekat Telinga, Ternyata Ini Alasannya

Anjasman Situmorang , Jurnalis-Kamis, 27 April 2023 |15:56 WIB
Nyamuk Sering Berdengung di Dekat Telinga, Ternyata Ini Alasannya
Ilustrasi nyamuk (Foto: Unsplash)
A
A
A

Nyamuk dikenal sebagai hewan yang sering menghisap darah manusia sekaligus penyebar penyakit. Biasanya bekas gigitan nyamuk akan menimbulkan bekas bentol pada kulit manusia dan terkadang disertai rasa gatal.

Tidak hanya itu, hal yang juga menjengkelkan ketika suara dengungan nyamuk seringkali terdengar di telinga manusia. Suara itu kerap muncul dengan nyaring mengusik dan mengganggu aktivitas.

Perlu diketahui bahwa nyamuk jantan dan betina punya cara hidup yang berbeda. Nyamuk jantan lebih senang hinggap dan menyedot nektar bunga. Sementara itu sang betina lebih cenderung membutuhkan darah agar dapat menghasilkan telur.

Maka dari itu, nyamuk betina lebih sering menggigit dan mengambil darah manusia agar mereka memiliki energi untuk bertelur setelah melewati perkawinan. Demikian juga dengungan yang terdengar di dekat telinga manusia merupakan suara yang berasal dari nyamuk betina, seperti dikutip dari Live Science, Kamis (27/4/2023).

Alasan nyamuk berdengung di dekat telinga karena mereka mengincar suhu panas tubuh dan karbon dioksida yang keluar di sekitar kepala manusia. Nyamuk akan menggunakan sensor rasa di kakinya untuk menentukan apakah manusia atau hewan lain yang menjadi targetnya bisa cukup sebagai sumber makanan.

"Karbon dioksida merangsang nyamuk betina untuk mulai mencari inang, terbang bolak-balik untuk mengikuti gradien konsentrasi kembali ke sumbernya," kata Profesor Entomologi University of Arizona, Michael Riehle.

Dia mengatakan alasan lain mengapa nyamuk mendekati manusia karena mereka menyukai bau dari manusia. Kulit manusia mempunyai aroma unik yang akan lebih menarik bagi beberapa nyamuk. Nyamuk betina suka dengan pria yang memiliki lebih sedikit bakteri di tubuhnya. Mereka juga menyukai orang yang mengenakan pakaian berwarna gelap.

Saat terbang di sekitar telinga, nyamuk mengepakkan sayapnya sekira 500 kali per detik dengan frekuensi 450 sampai 500 Hz. Suara ini cukup mengganggu bagi manusia.

Meskipun mereka mondar-mandir di sekitar telinga, nyamuk sama sekali tidak tertarik dengan kepala. Riehle menyebut bahwa mereka cenderung mengincar kaki manusia karena adanya bakteri yang mengeluarkan aroma kesukaan nyamuk.

(Kemas Irawan Nurrachman)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement