Cairan itu mengandung kombinasi asam asetat dan asam oktanoat. Ketika mereka mengeluarkannya, akan tercium aroma khas seperti bau cuka. Kalajengking cambuk dapat menyerang dengan cairan tersebut dalam jarak setengah meter atau lebih.
Terdapat beberapa jenis kalajengking cambuk di dunia. Pertama, kalajengking cambuk mikro yang biasanya hidup di gua atau di bawah bebatuan. Pada umumnya spesies ini berwarna pucat dan pada ekornya terdapat setae, semacam bulu halus yang berfungsi sebagai alat sensor.
Kemudian ada kalajengking cambuk ekor pendek yang ukuran panjang tubuhnya hanya 1 cm. Mereka memiliki kaki belakang yang dapat digunakan untuk melompat, mirip seperti belalang.
Terakhir ada kalajengking cambuk tak berekor yang memiliki kaki sangat panjang dan pedipalp berduri. Salah satu keunggulannya, mereka dapat bergerak menyamping dengan cepat.
(DRA)
(Andera Wiyakintra)