Ekor kucing akan mengembang ketika otot di kulitnya, atau lebih tepatnya di pangkal bulu, berkontraksi sebagai respons terhadap sinyal hormon dari sistem saraf simpatik. Dalam beberapa momen, bulu di bagian punggung juga ikut mengembang bersama ekornya.
Meski begitu, Delgado menyebut tidak semua kucing mengembangkan ekornya. Ada beberapa di antara mereka yang tampaknya tetap tenang meski dalam kondisi yang mengancam.
“Saya telah melihat beberapa kucing yang tampaknya tidak terganggu oleh apapun, dan mereka tidak pernah marah,” kata Delgado.
Perilaku ekor yang mengembang ini disebut juga dengan piloereksi, hal ini juga terjadi pada hewan lainnya. Menurutnya, hal tersebut sebagai respons universal pada hewan untuk melindungi diri dari situasi berbahaya.
(DRA)
(Andera Wiyakintra)