Foto tersebut menjadi viral di media sosial. Setelah itu, para turis berbondong-bondong datang ke Pulau Rottnest dan "selfie dengan quokka" dengan cepat menjadi populer.
Lonjakan pariwisata ini membantu sekaligus membahayakan. Kepopuleran quokka telah membantu mengumpulkan dana untuk kelangsungan hidup hewan tersebut.
Namun, kontak dekat dengan manusia juga memiliki sisi negatif. Hewan nokturnal ini biasanya memakan rumput dan semak-semak.
Namun sekarang, mereka telah belajar mencari makan di siang hari ketika ada wisatawan. Sayangnya, makanan yang ditinggalkan manusia cenderung tidak baik untuk quokka.
Untuk mencegah hal-hal yang membahayakan habitat quokka, para pejabat setempat mengeluarkan undang-undang baru yang melarang menyentuh dan memberi makan quokka. Namun, para wisatawan yang mencari "selfie quokka" yang sempurna sering kali melanggar peraturan ini.
(Andera Wiyakintra)