JAKARTA – Evergrande, produsen mobil listrik asal China, terancam tutup pabrik karena ongkos produksi yang terlalu besar dan tidak sebanding dengan pemasukan perusahaan.
Dikutip dari Carscoops, dalam pembaruan bisnis yang ditunjukkan oleh Bloomberg dan Reuters, perusahaan di bawah naungan Evergrande New Energy Cehicle Group ini membahas restrukturisasi rumit yang dirancang untuk menopang keuangan mereka.
Meski melakukan pengajuan yang cukup besar, namun Evergrande ini juga masuk ke berbagai bidang bisnis, termasuk real estate sehingga pabrikan otomotif ini terancam tutup dalam waktu dekat.
Diketahui, mobil listrik Hengchi 5 bakal diproduksi pada 16 September 2022. Namun, hingga saat ini pabrikan mobil ini baru mengirim 900 unit sejak awal produksi.
“Karena situasi likuiditas yang ketat dan untuk mempertahankan operasi bisnis dasar, Evergrande NEV telah mengambil inisiatif untuk memangkas biaya, seperti mengurangi jumlah tenaga kerja,” kata perusahaan ini dalam keterangan tertulis.
Untuk bisa bertahan, produsen mobil ini memangkas 931 pekerjanya sehingga karyawannya turun menjadi 2.795 karyawan. Meski telah merumahkan pekerjanya, namun keterbatasan pemasukan membuat perusahaan ini tak dapat lolos dari penutupan.
Meski terancam penutupan, Evergrande belum mau menyerah. Pabrikan kendaraan ini ingin menambah pembiayaan lebih dari 29 miliar yen atau Rp3,3 triliun untuk kembali produksi dan meluncurkan model unggulan lainnya.
Namun, jumlah yang terlalu besar tersebut membuat tidak ada pendonor yang bersedia. Ditambah dengan perusahaan ini tidak ada jaminan bakal lebih sukses setelah mendapat masukan modal.
Sekadar informasi, Hengchi 5 merupakan mobil listrik yang masuk dalam kategori Sport Utility Vehicle yang mampu menempuh jarak hingga 600 km sekaliisi daya.
(Citra Dara Vresti Trisna)