Eniya Listiani

Lahir di Magelang, 14 Juni 1974, Eniya Listiani merupakan lulusan S1 hingga S3 dari Waseda University di Jepang. Selain sebagai peneliti, saat ini ia menjabat sebagai Deputi Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Eniya juga merupakan salah satu ilmuwan perempuan Indonesia yang diakui dunia.
Eniya menemukan sel bahan bakar baru yang menggunakan unsur Vanadium. Penemuannya itu membuat dirinya mendapat penghargaan Mizuno Award dan Koukenkai Award dari tempat ia menempuh pendidikan, Waseda University, Jepang, di tahun 2003. Temuan Eniya itu telah membuat terobosan zinc-air fuel cell (ZAFC), yaitu suatu generator penghasil listrik berbahan bakar logam dan oksigen.
Yessie Widya Sari

Yessie Widya Sari merupakan dosen Departemen Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB. Ia terpilih menjadi salah satu dari 99 Inspiring Women versi GlobeAsia berkat dedikasi dan prestasinya di bidang sains.
Penghargaan tersebut merupakan apresiasi untuk perempuan-perempuan Indonesia yang mempunyai prestasi luar biasa.
Nama Yessie semakin dikenal setelah menemukan bioplastik sebagai pengemas barang pertanian dan makanan yang tahan lama sehingga memperkecil jumlah tingkat limbah plastik.
Dirinya berhasil menjaga kelestarian bumi sekaligus menolong masyarakat luas. Perempuan kelahiran Jakarta, 14 April 1980 ini adalah sosok dosen yang memiliki segudang penghargaan. Sebelumnya, ia terpilih sebagai penerima penghargaan L’Oreal Women in Science tahun 2018 atas penelitian unik di bidang life science.
Korri Elvanita El Khobar

Korri Elvanita El Khobar adalah sosok ilmuwan perempuan Indonesia yang aktif di dunia penelitian ilmiah terutama tentang penyakit hepatitis. Penemuan fenomenalnya adalah ketika ia berhasil menemukan cara untuk mendeteksi awal kanker hati pada penderita infeksi virus hepatitis kronis.
Peneliti Pusat Riset Biologi Molekuler (PRBM) Eijkman ini menggunakan Polo Like Kinase 1 (PLK1) sebagai biomarker untuk deteksi awal karsinoma hati seluler atau hepatocellular carcinoma (HCC) pada penderita infeksi virus hepatitis B dan C kronis di Indonesia.
Lulusan University of Sydney itu beberapa kali mendapat penghargaan berkat penemuannya. Korri adalah salah satu pemenang L’Oréal UNESCO For Women in Science National Fellowship Awards 2018, Westmead Research Foundation Top-Up Grant pada 2015, dan University of Sydney Postgraduate Research Support Scheme pada 2016.
(DRA)
(Andera Wiyakintra)