Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pria Asal Florida Secara Tidak Sengaja Temukan Kerang Berusia 200 Tahun

Andera Wiyakintra , Jurnalis-Kamis, 09 Maret 2023 |06:00 WIB
Pria Asal Florida Secara Tidak Sengaja Temukan Kerang Berusia 200 Tahun
Pria Asal Florida Secara Tidak Sengaja Temukan Kerang Berusia 200 Tahun
A
A
A

Seorang pria asal Florida yang sedang mencari kerang di sebuah pantai terkejut saat menemukan kerang yang berukuran sangat besar dan ternyata kerang tersebut diperkirakan sudah berusia lebih dari 200 tahun.

Kerang tersebut ditemukan di Alligator Point di Florida, AS, oleh Blaine Parker, kerang ini adalah spesies hewan yang dikenal sebagai kerang quahog laut (Arctica islandica).

Mirip dengan pohon, kerang jenis ini bisa diketahui umurnya melalui “cincin pertumbuhan” yang terletak pada cangkangnya.

Karena Parker menghitung ada 214 cincin pertumbuhan yang pada spesimen ini, kerang tersebut diperkirakan berasal dari tahun 1809.

Karena tahun 1809 adalah tahun kelahiran Presidan AS ke-16 Abraham Lincoln, kerang ini diberi julukan Aber-clam Lincoln.

Kebanyakan kerang jenis ini memiliki panjang sekitar 7 hingga 11 sentimeter menurut NOAA dan Gulf Specimen Marine Laboratory, tetapi kerang quahog ini memiliki panjang 15 sentimeter dengan berat 1,1 kilogram, seperti yang dikutip dari Iflscience.

Pria Asal Florida Secara Tidak Sengaja Temukan Kerang Berusia 200 Tahun

Kerang quahog laut adalah moluska bivalvia yang merupakan salah satu spesies dengan umur terpanjang di Bumi, yang bisa hidup sangat lama terkubur di dalam pasir di dasar laut.

Mereka bahkan telah masuk ke dalam buku rekor. Kerang quahog laut bernama Ming, diperkirakan sudah berusia lebih dari 500 tahun.

Parker menemukan kerang ini ketika sedang mencari kerang di pantai untuk dibuat sebagai sup. Awalnya, kerang ini akan dijadikan hidangan makan malam (kerang ini merupakan spesies populer untuk dimakan), dia bahkan mengira bisa mendapatkan dua porsi sup dari kerang jumbo ini.

"Kami sebenarnya hanya akan memakannya, tetapi kami memikirkannya beberapa saat dan berpikir bahwa kerang ini mungkin cukup istimewa. Jadi, kami tidak ingin membunuhnya," ungkap Parker dalam sebuah pernyataan di Tallahassee Democrat.

Untungnya, Blaine Parker juga bekerja di Gulf Specimen Marine Laboratory sehingga ia memutuskan untuk membawa Aber-clam Lincoln ke tempat kerjanya.

Meskipun kerang tersebut membuat para tim peneliti di sana terpukau, Parker dan timnya memutuskan untuk melepaskan Aber-clam Lincoln kembali ke laut.

(Andera Wiyakintra)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement