Mengurangi limbah
Upaya yang dilakukan Michelin dalam mengembangkan ban tanpa udara untuk mengurangi limbah ban bekas. Pasalnya, ada sekitar 200 juta ban di seluruh dunia yang dibuang sebelum habis masa pakai akibat kebocoran, keruakan, atau tekanan udara yang tidak tepat menyebabkan keausan yang tak merata.
Lebih efisien
Menggunakan ban tanpa udara pastinya akan membuat kehidupan pengguna kendaraan bakal lebih efisien. Mereka dapat mengabaikan pengecekan ban seperti yang dilakukan pada ban konvensional seperti memeriksa tekanan udara.
Kekurangan
Mahal
Menggunakan teknologi tinggi, ban tanpa udara bakal dijual dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan ban konvensional. Belum ada harga resmi yang ditetapkan oleh Michelin, tapi kabarnya ban tersebut akan dijual mulai dari USD 40 atau setara Rp608 ribu.
Tak cocok untuk mobil modifikasi
Mobil modifikasi biasanya menggunakan pelek ukuran lebar dengan profil ban yang tipis untuk memberikan kesan estetik. Tapi, ban tanpa udara ini harus memiliki profil atau dinding ban yang tinggi. Itu ditujukan untuk meredam getaran dan memastikan objek yang berada di jalan tidak menghantam velg karena ban tidak memiliki dinding yang dilengkapi kawat baja sebagai penguat.
Rutin dibersihkan
Meski pengguna tak perlu memeriksi tekanan ban setiap waktu, tapi mereka harus rutin membersihkan ban tanpa udara, terutama pada bagian yang berongga. Pasalnya, jika ada tanah yang menggumpal atau batu besar yang masuk, bisa merusak ban.
(Citra Dara Vresti Trisna)