Sementara untuk roda dua, masih terpuruk dan bahkan tidak dapat mengembalikan penjualan motor hingga tahun 2022. Penjualan motor di tahun 2021 dan 2022 tidak dapat menyamai target penjualan seperti sebelum pandemi Covid-19.
Hal senada diungkapkan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. Menperin menilai, kinerja industri otomotif mampu melaju kencang di tengah pandemi Covid-19 yang ditandai dengan pertumbuhan industri alat angkutan yang mencapai 27,84% pada triwulan III tahun 2021.
“Pertumbuhan dua digit ini dicetak oleh industri alat angkutan selama dua triwulan berturut-turut. Saya mengapresiasi sektor ini sangat kencang pertumbuhannya,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dikutip dari laman resmi Kementerian Perindustrian.
Menperin menyebut angka penjualan pada periode Januari-September 2021 mencapai 600.344 unit atau meningkat dibanding periode sebelumnya, yakni 407.390 unit.
Kendaraan LCGC jadi pilihan
Menperin mengungkapkan, perkembangan industri otomotif didukung oleh 21 perusahaan industri kendaraan bermotor roda empat dengan total investasi mencapai Rp71,35 triliun. Di sisi lain, Indonesia punya peluang pasar yang cukup besar dan luas untuk produk otomotif.
Menperin menyebut pangsa pasar ekspor kendaraan bermotor roda empat telah diterapkan dan sudah mencapai 80 negara.
Ia mengungkapkan, kinerja ekspor pada periode Januari-September 2021 tercatat sebanyak 207 ribu unit kendaraan CBU dengan nilai Rp37,65 triliun. Sementara untuk CKD menghasilkan hingga Rp0,96 triliun dan 65 juta pieces komponen seharga Rp21,86 triliun.