JAKARTA - Kebijakan Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) yang menyuntik mati siaran TV analog atau analog switch off (ASO) terus mendapat sorotan netizen. Warganet menyebut kebijakan tersebut justeru menyengsarakan.
"Jangankan beli alat alat digital buat makan aja susah," tulis @caplinjosirwan dalam akun tiktoknya.
"Sebetulnya ini bisnis siapa, kebangetan banget kalian yang maha mempunyai segala galanya," tulisnya lagi.
Seperti diketahui, Kominfo menghentikan siaran TV analog atau analog switch off(ASO) sejak Rabu 2 November pukul 24.00 WIB.
Dengan demikian, masyarakat di wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) serta 173 kabupaten/kota tidak ada layanan televisi terestrial (non-terrestrial service) sudah tidak bisa lagi menonton siaran TV analog sejak dini hari ini.
Masyarakat hanya bisa menonton TV melalui siaran digital yang hanya bisa ditonton dengan memasang STB.
Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika Usman Kansong mengatakan Analog Switch Off (ASO) atau penghentian siaran TV analog dan beralih ke siaran digital di Jabodetabek dimulai 2 November 2022.
Ia menyebut, posisi pemerintah dalam program ASO adalah memfasilitasi dan mendukung industri untuk menghadapi disrupsi digital.
"ASO ini justeru kita lakukan agar industri pertelevisian bisa bersaing dengan disrupsi digital," tuturnya.
(Kemas Irawan Nurrachman)