Dalam waktu satu tahun akhirnya, ia kembali ke ruang digital dengan mendirikan perusahaan media sosialnya sendiri bernama Truth Social dengan menawarkan pengalaman kepada penggunanya seperti menggunakan Twitter.
Namun, langkahnya tersebut nampaknya kurang mulus karena Google melalui Play Store-nya sempat melarang peluncuran aplikasi tersebut.
Lalu, tidak lama Truth Social yang dikembangkan perusahaan Trump Media and Technology Group (TMTG) juga sempat mengalami masalah keuangan.
Terbaru, Trump Media kini tengah mengikuti penyelidikan dari Securities and Exchange Commision (SEC) AS akibat adanya aduan dari mantan eksekutif perusahaannya soal pelanggaran sekuritas.
(Ahmad Muhajir)