Jika Anda menerapkan metode rata-rata yang sama untuk populasi yang lebih besar dan mendapatkan rata-rata usia kematian yang sama, itu tidak berarti bahwa semua orang dalam populasi itu meninggal pada usia 35 tahun.
Sebuah studi tahun 1994 terhadap pria Yunani dan Romawi kuno menemukan bahwa orang-orang menyebutkan dalam Kamus Klasik Oxford yang lahir sebelum 100 SM hidup hingga usia rata-rata 72 tahun. Itu tidak jauh dari 75 tahun pria Amerika modern.
Namun, ada beberapa peringatan. Di masa lalu, orang miskin cenderung memiliki rentang hidup yang lebih pendek karena kerja keras yang mereka lakukan.
Begitu pula wanita, yang menghadapi komplikasi kehamilan yang tidak dapat diobati. Tetapi dalam hal proses penuaan itu sendiri, orang-orang di masa lalu bertahan dengan relatif baik.
7. Berat badan menyusut sebanyak 21 gram saat meninggal
Seorang dokter bernama Duncan MacDougall berpendapat berat badan orang yang meninggal menyusut sebanyak 21 gram. Pada awal abad ke-20 ia meyakinkan enam pasien yang sakit parah, meninggal di tempat tidur yang terdapat fitur timbangan.
Dia mengukur penurunan berat badan pada saat menjelang kematian dan kemudian mencari peningkatan penurunan berat badan yang signifikan pada saat kematian.
Tetapi dari enam pasien, hanya yang pertama kehilangan 21 gram. Namun lima jenazah lainnya tidak bisa terdeteksi berat badannya usai kematian karena timbangan yang tidak disesuaikan dengan baik.
Temuan ini menimbulkan kegemparan. Para ilmuwan lain berpendapat bahwa hal-hal seperti keringat, cairan tubuh, dan ekskresi lainnya membuat pengukuran yang tepat dari tubuh setelah kematian menjadi sulit.
Namun hingga saat ini tidak ada bukti seperti itu yang ditemukan. Tampaknya berat jiwa yang meninggalkan tubuh belum bisa ditentukan.
(Ahmad Muhajir)