Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ilmuwan Temukan Fosil Naga Kematian Raksasa dengan Sayap hingga 9 Meter

Ahmad Muhajir , Jurnalis-Kamis, 26 Mei 2022 |17:05 WIB
Ilmuwan Temukan Fosil Naga Kematian Raksasa dengan Sayap hingga 9 Meter
Ilmuwan temukan fosil naga kematian raksasa dengan sayap hingga 9 meter (Foto: Dok. Leonardo D. Ortiz David)
A
A
A

JAKARTA - Tim ilmuwan dari Argentina dilaporkan berhasil menemukan dua fosil spesies pterosaurus, dan masuk kategori terbesar yang pernah ditemukan di Amerika Selatan.

Dilansir dari Live Science, Kamis (26/5/2022), dijuluki "naga kematian" oleh ahli paleontologi, dua reptil terbang raksasa ditemukan di Formasi Plottier, singkapan yang terletak di provinsi Mendoza.

Lebar sayap kedua spesimen tersebut, masing-masing berukuran 7 meter dan 9 meter.

Para peneliti mengkonfirmasi, mereka adalah azhdarchids, keluarga pterosaurus yang hidup pada akhir periode Cretaceous, sekitar 146 juta hingga 66 juta tahun lalu.

"Azhdarchids dikenal karena tengkorak mereka yang sangat besar, kadang-kadang lebih besar dari tubuh mereka. Leher mereka sangat panjang dan tubuh mereka ypendek dan kuat," Leonardo D. Ortiz David, penulis utama studi.

Para ilmuwan mengidentifikasi, pterosaurus sebagai dua individu dalam spesies Thanatosdrakon amaru.

Nama "amaru" diterjemahkan sebagai "ular terbang" dari bahasa Quechuan Pribumi dan mengacu pada Amaru, dewa Inca berkepala dua.

Diungkapkan, kedua pterosaurus mati pada saat yang sama dan yang satu belum sepenuhnya dewasa. Tetapi, para ilmuwan tidak dapat memastikan apakah kedua hewan tersebut merupakan bagian dari keluarga atau tidak.

"Tidak ada indikasi dalam sisa-sisa fosil terkait hubungan satu induk," kata Ortiz David.

Namun, dapat dipastikan bahwa kedua spesimen memiliki ukuran yang berbeda, dan yang lebih kecil adalah remaja-subdewasa, dan mereka sedang bersama ketika mati lebih dari 86 juta tahun lalu.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement