Tidak dihakimi
Tidak ada justifikasi dalam game online ketika pemain atau user mengalami kegagalan, disebut Arsya juga jadi salah satu point penting. Alih-alih justifikasi atau penghakiman. “Kalau game gagal, kalimat yang keluar itu “Anda dapat mencoba lagi, silakan berlatih lagi,” kata Arysa.
Kalimat-kalimat yang membangun ini, dinilai Arsya sebagai faktor kuat yang membuat anak-anak muda senang bermain game online karena merasa terapresiasi dengan baik dari awal hingga akhir.
Hadiah yang lebih besar
Jika dibandingkan dengan olahraga tradisional, nilai hadiah yang lebih besar ditawarkan oleh eSport. Sebagai contoh, turnamen Tennis Open International berhadiah maksimal USD10juta. Sementara untuk game online, di turnamen The International di Dota 2, nilai hadiah mencapai USD31juta.
“Dari itu saja, menurut saja jadi salah satu point of interest para gamer. Gue harus achieve ini di dunia internasional. Mungkin di dunia nyata, enggak bisa. Makanya lari ke eSport,” pungkas Arsya.
(Martin Bagya Kertiyasa)