Jawa dan Madura
- Banyuwangi (27/2) - 11.35 WIB
- Yogyakarta (28/2) - 11.51 WIB
Bali dan Nusa Tenggara
- Rote Ndao (21/2) - 12.01 WITA
- Sabu Raijau (21/2) - 12.06 WITA
- Kupang (22/2) - 11.59 WITA
- Soe (23/2) - 11.56 WITA
- Waingpau (24/2) - 12.12 WITA
- Atambua (25/2) - 11.53 WITA
- Ende (26/2) - 12.06 WITA
- Mataram (26/2) - 12.28 WITA
- Denpasar (26/2) - 12.32 WITA
- Labuanbajo (27/2) - 12.13 WITA
- Dompu (27/2) - 12.18 WITA
- Sumbawa Besar (27/2) - 12.23 WITA
- Singaraja (28/2) - 12.32 WITA
Maluku dan Papua
- Merauke (27/2) - 11.51 WIT
- Saumlaki (28/2) - 12.27 WIT
- Tiakur (28/2) - 12.41 WIT
Disebutkan, hari tanpa bayangan Matahari terjadi dua kali setahun untuk kota-kota yang terletak di antara Garis Balik Utara (Tropic of Cancer; 23,4 derajat) dan Garis Balik Selatan (Tropic of Capricorn; 23,4 derajat).
Sementara, kota-kota yang terletak tepat di Garis Balik Utara dan Garis Balik Selatan akan mengalamai hari tanpa bayangan hanya sekali setahun, yakni ketika Solstis Juni (21-22) atau Soltis Desember (21-22).
"Di luar wilayah tersebut, Matahari tidak akan berada di atas kepala kita (zenit) ketika tengah hari sepanjang tahun," tutur Andi.
(Ahmad Muhajir)