Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

4 Efek Buruk Sering Gonta Ganti Merek Oli Mesin Kendaraan

Bertold Ananda , Jurnalis-Rabu, 05 Januari 2022 |15:35 WIB
4 Efek Buruk Sering Gonta Ganti Merek Oli Mesin Kendaraan
Isi oli mobil (Agautosltd)
A
A
A

PEMILIK kendaraan kadang suka gonta ganti merek oli untuk melumasi mesin mobil atau sepeda motornya. Oli-oli tersebut tentu saja menawarkan berbagai keunggulan dalam promosinya, sehingga membuat orang tertarik akhirnya mencoba-coba untuk mendapatkan yang terbaik.

Ternyata perilaku tersebut tidak tepat karena gonta ganti merek oli akan membuat mesin cepat rusak. Jadi sebaiknya konsisten saja dengan satu merek oli yang sudah cocok dengan mesin kendaraan Anda.

Baca juga:  Awas! Pakai Oli Mesin Palsu Bisa Merusak Sederet Komponen Ini

Dirangkum MNC Portal dari beberapa sumber, Rabu (05/01/2021), berikut 4 efek buruk sering menggonta ganti merek oli mesin :

1. Mesin berkerak

Efek buruk yang pertama sering menggonta ganti merek oli mesin yakni dapat menyebabkan oli sludge (lumpur oli). Sebab kandungan oli lama dan oli baru berbeda merek tentu memiliki kekentalan yang berbeda.

Maka berpotensi besar membuat timbulnya endapan kerak lumput oli pada internal mesin. Kondisi tersebut berlaku baik kendaraan bermotor maupun bermobil.

Baca juga: Ingat! Ini 5 Dampak Buruk jika Mobil Matik Kekurangan Oli Transmisi

2. Mesin cepat panas

Efek buruk yang kedua sering gonta ganti merek oli yakni membuat mesin cepat panas. Sebab merek oli tentu memiliki karakter yang berbeda-beda dalam melumasi internal mesin. Jika oli baru tersebut tidak cocok digunakan ke mesin kendaraan Anda maka dapat menyebabkan gesekan yang membuat mesin cepat panas.

3. Seal mesin cepat getas dan rembes

Efek buruk selanjutnya sering ganti oli beda merek berdampak pada seal atau kerap disebut dengan karet pelindung kebocoran oli mesin. Pasalnya setiap oli memiliki deterjen untuk membersihkan ruang mesin.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement