Perangkat lunak kolaboratif Teams sebagai avatar virtual di ruang kerja fantasi yang menjadikan program ini selangkah lebih maju dibandingkan Facebook.
“Microsoft menawarkan kepada pengguna opsi untuk mewakili diri mereka sendiri melalui avatar digital dan berkumpul di ruang kerja virtual,” kata CEO perusahaan Satya Nadella kepada Bloomberg TV pada Selasa ketika fitur-fitur baru sedang ditampilkan pada acara Ignite perusahaan.
Selain konferensi video belaka, belakangan microsoft menambahkan dunia augmented reality (realitas tambahan). Dengan demikian, perangkat lunak mampu membagi file Microsoft Office, seperti presentasi PowerPoint dan lembar lajur Excel, memperjelas bahwa pesaing Facebook dioptimalkan untuk bekerja daripada bermain.
Metaverse Microsoft yang didasarkan perangkat lunak Mesh ini diluncurkan pada November 2021 lalu. Perangkat ini memungkinkan realitas tertambah dan realitas virtual di seluruh platform Google, termasuk tidak terbatas pada HoloLens milik Microsoft. Konten tersebut juga tersedia di tablet, ponsel cerdas, dan PC.
Apple Kembangkan Metaverse
Tak mau kalah, Apple juga telah berupaya menguatkan dan mengembangkan Metaverse-nya, salah satunya berencana meluncurkan augmented reality (AR) dan virtual reality (VR) tahun depan. Perangkat ini disinyalir sangat mirip dengan Facebook.
Selain itu, perusahaan yang didirikan oleh Steve Jobs akan memasangnya dengan canggih salah satunya memasang cip (chipset) canggih, layar, sensor, dan fitur berbasis avatar. Selain itu, gadgetnya mereka setidaknya akan menampilkan 15 modul kamera yang dimulai dari teknologi pelacakan mata dan pengenalan iris mata.