"Kita mungkin perlu memikirkan kembali perkiraan kita tentang waktu dan tingkat kenaikan permukaan laut dari hilangnya es kutub bisa datang lebih cepat dari yang diperkirakan," katanya dikutip Express.co.uk, Rabu (29/9/2021).
Profesor Rignot mengatakan, teori hydrofracturing gagal menjelaskan bagaimana gunung es A68 bisa pecah dari lapisan es Larsen C di tengah musim dingin Antartika ketika tidak ada kolam yang mencair.
"Kami akhirnya mulai mencari penjelasan lain dan masuk ke konfigurasi ini yang terjadi dalam beberapa dekade sebelum hydrofracturing dapat bertindak atas mereka.
"Melange es yang menipis bukan satu-satunya proses yang bisa menjelaskan Antartika mencair tapi itu cukup untuk menjelaskan kerusakan yang telah diamati," ujarnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)