Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kebiasaan Merokok dalam Mobil Bikin Harga Kendaraan Anjlok, Kok Bisa?

Krina Sembiring , Jurnalis-Selasa, 07 September 2021 |19:09 WIB
Kebiasaan Merokok dalam Mobil Bikin Harga Kendaraan Anjlok, Kok Bisa?
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
A
A
A

MUNGKIN terdengar sangat aneh, apa benar kebiasaan merokok dalam mobil bisa memengaruhi harga jual kendaraan Anda? Memang tak dipungkiri jika asap rokok disebut-sebut dapat merusak interior.

Ternyata asap rokok yang menempel di interior mobil juga bisa membuat harga jual kendaraan anjlok lho!

Hal tersebut terungkap dalam kegiatan nongkrong virtual antar chapter bertema 'Perawatan Kendaraan dalam Keseharian Komunitas' yang diprakarsai Terios Rush Club Indonesia (TeRuCi).

Humas Pengurus Pusat TeRuCi, Reza Dado pada kesempatan itu juga berbagi tips perawatan interior mobil agar tetap prima.

Menurutnya, interior tetap harus dirawat meski mobilitas selama pandemi sangat terbatas.

Baca juga: Cukai Rokok Naik, Kenali Sulitnya Menghilangkan Bau Asap Rokok di Kabin Mobil

Caranya dengan rutin membuka kaca jendela dan pintu untuk memberikan sirkulasi udara segar ke dalam interior mobil.

“Merokok di dalam mobil bisa menimbulkan bau, merusak interior, dan berpengaruh kepada harga jual mobil nantinya,” kata Reza.

Sementara, Ketua Koalisi Indonesia Bebas Tar (Kabar), Ariyo Bimmo menyebut, kebiasaan merokok dalam mobil sering dianggap sepele. Padahal hal itu sangat berbahaya dari aspek keselamatan berkendara maupun kualitas udara yang dihirup. Tak hanya pada pengemudi, namun juga penumpang.

“Asap rokok mengandung ribuan zat kimia berbahaya yang akan menempel di interior mobil. Asap ini sangat berbahaya dan bisa terhirup orang lain di sekitar perokok dan berbahaya bagi kesehatan,” tuturnya.

Menurut Ariyo, cara terbaik mengurangi bahaya rokok ialah tidak merokok sama sekali. Menggunakan produk tembakau saat mengemudi lanjutnya, sangat tidak disarankan karena berisiko dari aspek keselamatan berkendara.

“Penggunaan produk tembakau alternatif dibandingkan dengan lanjut merokok adalah upaya pengurangan bahaya atau harm reduction. Sama dengan tidak merokok sambil berkendara, atau penggunaan sabuk keselamatan, itu juga untuk mengurangi bahaya,” pungkasnya.

(Rizka Diputra)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement