Pertama, Hujan Meteor Eta Aquarid (031 ETA) yang aktif sejak 19 April hingga 28 Mei 2021. Puncaknya terjadi pada 6 Mei pukul 03 UT dengan intensitas 50 meteor per jam ketika di Zenit.

Kedua, Hujan Meteor Arietid (171 ARI) yang aktif sejak 14 Mei hingga 24 Juni 2021. Puncaknya terjadi pada 7 Juni dengan intensitas 30 meteor per jam ketika di Zenit.
Berdasarkan dua data tersebut, LAPAN menyimpulkan bahwa ada dugaan kilatan cahaya kehijauan yang muncul di dekat puncak Gunung Merapi kemungkinan disebabkan aktivitas hujan meteor.
Baca juga: LAPAN Ragu Ada Meteor Jatuh di Puncak Gunung Merapi