Wakil Direktur Penanganan Pelayanan Iklim WMO, Maxx Dilley mengatakan bahwa para pemerintah dapat menggunakan perkiraan La Nina untuk mengadaptasi strategi mereka terhadap pola cuaca yang berubah.
Dalam pertanian, misalnya, kata Maxx, ada sebagian tanaman yang tumbuh dengan baik dalam kondisi basah dan ada juga yang berkembang baik dalam kondisi kering.
“Dan ada praktik pengelolaan pertanian yang dapat disesuaikan untuk memperhitungkan apakah kondisi cuaca akan basah atau kering,” papar Maxx.
Maxx Dilley mengatakan bahwa WMO terus mencoba menyesuaikan prakiraan ini terhadap masalah-masalah khusus, seperti ketahanan pangan atau kesehatan manusia. Contohnya, ia mengatakan, kondisi basah dengan sendirinya tidak akan memicu wabah demam berdarah atau malaria. Menurutnya, suhu, kelembaban udara dan juga vegetasi yang dapat menciptakan kondisi bagi nyamuk untuk berkembang biak.
Jadi, daripada hanya sekedar memberikan prakiraan curah hujan, ia mengatakan para ahli meteorologi akan memberikan prediksi yang berhubungan dengan penyakit-penyakit tersebut dan dapat digunakan untuk mengendalikan penyebaran demam berdarah atau malaria.
(Ahmad Luthfi)