"Kedua kepala ular ini menjentikkan lidah dan bereaksi terhadap gerakan, tetapi tidak selalu dengan cara yang sama. Ular berkepala dua tidak mungkin bertahan hidup di alam liar karena dua otaknya membuat keputusan berbeda yang menghambat kemampuan mencari makan dan melarikan diri dari predator," jelas FWC Fish and Wildlife Research Institute melalui akun Facebook-nya, seperti dikutip dari IFL Science, Selasa (27/10/2020).
Baca juga: Peneliti Temukan Fakta Mata Ular Sanca Lebih Besar dari Perutnya
Bicephaly lebih sering terjadi pada reptil karena mereka menghasilkan keturunan dalam jumlah besar sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya malformasi langka semacam ini. Bicephaly juga merupakan efek samping yang umum dari ular kawin, seperti ular hitam yang dapat terjadi di alam liar.
(Hantoro)