PADA tahun 1923, Evangeline I Gilbert mengajukan paten untuk alat produksi lesung pipi. Alat tersebut pada dasarnya berupa tali logam dengan dua kenop yang meninggalkan cekungan di pipi pemakainya.
Meskipun penemuan itu tidak mungkin memberikan efek yang bertahan lama, keberadaannya membuktikan bahwa banyak orang menganggap lesung pipi sebagai ciri khas yang menarik. Demikian dikutip dari laman Mental Floss, Selasa (20/20/2020).
Baca juga: Tahukah Kamu, Tempered Glass Ternyata Sudah Ada sejak Abad 17
Teori utama penyebab anomali menawan ini melibatkan zygomaticus mayor, otot yang membentang dari tulang pipi ke sudut mulut dan mengangkat sudut itu saat Anda tersenyum.
Pada manusia tanpa lesung pipi, zygomaticus mayor adalah satu pita yang berkelanjutan. Namun di beberapa orang yang berlesung pipi, para peneliti menemukan bahwa adanya otot bercabang di dekat mulut. Ketika mereka tersenyum lesung pipi muncul di tempat zygomaticus mayor ganda atau bifid yang terbelah.
Baca juga: Ini Penyebab Lobster Berubah Jadi Merah ketika Dimasak
Namun para peneliti juga belum memastikan zygomaticus menjadi penyebab terhadap semua lesung pipi. Ada kemungkinan juga bahwa variasi otot wajah lain dapat memengaruhi pembentukan lesung pipi.
Bagaimana seseorang memiliki otot wajah yang tidak biasa dan membentuk lesung pipi juga masih belum bisa terjawab. Orangtua yang memiliki lesung pipi berkemungkinan anaknya juga akan memiliki lesung pipi.
Para peneliti setuju bahwa genetika adalah kuncinya. Orang dulu beranggapan jika lesung pipi adalah sifat dominan yang diwariskan dari orangtuanya. Namun, hal ini tidak selalu terjadi.
Saat ini, seperti dilaporkan Healtline, lesung pipi disebut sebagai sifat dominan tidak beraturan. Artinya ada beberapa pengecualian dalam aturan tersebut. Jadi, lesung pipi tidak hanya disebabkan oleh zygomaticus, namun faktor gen juga berpengaruh.
Baca juga: Ini Alasan Nyamuk Suka Mengisap Darah Manusia
(Hantoro)