Perusahaan dagang-el (e-commerce) itu memastikan pada para pelanggan bahwa piranti Amazon One tidak menyimpan informasi, lepas dari digunakan atau tidaknya telapak tangan mereka.
“Kami memperlakukan telapa tangan pelanggan seperti data pribadi lain yang sangat sensitif dan menyimpannya di tempat yang aman dengan menggunakan teknik dan kendali keamanan fisik yang terbaik,” tulis situs Amazon One.
Begitu selesai, pelanggan dapat membeli barang-barang dan jasa dengan melambaikan telapa tangan ke piranti pembayaran. Hal ini juga memungkinkan pelanggan menggunakan telapak tangan sebagai bentuk identitas yang juga membuat mereka dapat masuk ke toko-toko Amazon Go tanpa kode apapun.
Namun demikian jika pelanggan berubah pikiran tentang penggunaan layanan ini, Amazon berjanji akan menghapus informasi yang sudah dikumpulkan secara menyeluruh.
Amazon mengatakan pihaknya berharap dapat meniru teknologi itu di seluruh toko-toko Amazon Go setelah percobaan di Seattle dan berharap pengecer lain dapat menggunakan jasa ini.
(Ahmad Luthfi)