Mengutip dari Slashgear, Senin (28/9/2020), perusahaan menunjukkan bahwa mereka percaya pada keselamatan dan berdedikasi untuk kesuksesan misi. Peluncuran ini akan menempatkan satelit baru ke luar angkasa untuk Kantor Pengintaian Nasional.
Baca juga: Ini Teknologi yang Dipakai untuk Nyanyian Indonesia Raya di Uang Rp75.000
Pengunduran peluncuran sebagian besar akibat masalah perangkat keras. Tetapi masalah itu bukan berasal dari roket, melainkan peralatan pendukung di darat yang rusak, seperti sistem swingarm, pneumatik, dan pengatur tekanan.
Jika tidak ada masalah, Angkatan Luar Angkasa dipastikan meluncur sesuai jadwal. Perhatian utama untuk peluncuran tersebut adalah awan kumulus yang bisa jadi tebal.
(Hantoro)